KAMPUS (RADAR) – Sebanyak kurang lebih 11 warga Luwuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), ramai-ramai mendaftarkan diri mereka di Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo. Hal ini sebagaimana pantauan di loket pendaftaran mahasiswa baru (maba), Senin (9/7) kemarin. Mereka begitu antusias memilih Unisan sebagai perguruan tinggi tempat menimba pendidikan tinggi. Ketua panitia penerimaan maba Unisan Frengky Ekaputra Surusa, ST, MT yang dikonfirmasi terkait pendaftaran 11 camaba asal Luwuk, membenarkan hal tersebut. “Ya, benar, tadi (kemarin) ada 11 camaba asal Luwuk yang datang mendaftar,” imbuh Frengky. Sementara ke – 11 camaba asal Luwuk yang berhasil ditemui usai resmi mendaftar, mengaku memilih Unisan adalah pilihan utama bagi mereka. Informasi kiprah Unisan selama ini telah sampai ke telinga mereka.
Terlebih informasi yang datang dari para senior mereka yang telah lebih dulu menjalani kuliah di Unisan, bahkan yang sudah berstatus alumni. Seperti dikatakan salah seorang dari 11 camaba asal Luwuk, Aprianto Adrin. Dia mengaku, memilih Unisan adalah sebuah kepastian. Apalagi dari segudang informasi yang diterima, baik dari senior, alumni dan media sosial, Unisan telah terakreditasi B. Tidak hanya seluruh prodi, tapi juga institusi telah terakreditasi B. “Informasi yang kami dapat ini, kami rasa layak untuk kami tindaklanjut. Dan syukurnya hari ini kami bisa mendaftar,” imbuh Aprianto. Tak beda jauh dengan Aprianto, camaba lainnya asal Luwuk, Tamsil Hermawan mengaku memilih Unisan sebagai tempat studi adalah pilihan yang logis. Karena kata Tamsil, selain soal akreditasi B yang disandang kampus, alasan pendukung lainnya adalah soal biaya hidup di Gorontalo dan daerah mereka. “Memang kalau kampus terbaik di daerah kami ada yang tidak kalah dengan di Gorontalo. Tapi biaya hidup disini (Gorontalo) bisa dikatakan masih lebih murah dibanding di daerah kami,” ujar Tamsil.
Makanya, atas beberapa alasan tersebut, ke – 11 camaba asal Luwuk ini telah memantapkan hati memilih Unisan sebagai perguruan tinggi rujukan untuk melanjutkan studi di jenjang S1. Sementara informasi yang diterima, bahwasanya masih ada lagi warga atau camaba asal Luwuk yang akan datang mendaftar pada penerimaan maba gelombang II yang tengah dibuka pihak panitia penerimaan maba Unisan. (RG-56)
KAMPUS (RADAR) – Pada penerimaan maba gelombang I, Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo telah berhasil memenuhi kuota mahasiswa baru (maba) hingga 95 persen. Sehingga pada penerimaan maba gelombang II ini, kuota maba yang akan diterima tinggal menyisahkan 5 persen. “Alhamdulillah pada penerimaan maba gelombang I, kuota tercapai hingga 95 persen, sehingga tinggal 5 persen lagi yang tersisa dan akan diterima pada penerimaan maba gelombang II,” imbuh Ketua panitia penerimaan maba Unisan Frengky Ekaputra Surusa, ST, MT. Olehnya Frengky mengatakan, pihaknya menghimbau agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terlebih putra – putri lulusan SMA sederajat tahun ini. “Karena kalau sisa kuota 5 persen ini terpenuhi sebelum Agustus 2018 (batas akhir penerimaan maba gelombang II). Maka, pendaftaran akan segera ditutup. Dengan kata lain tidak lagi menerima maba dan nanti dibuka kembali pada penerimaan maba 2019,” jelas Frengky. Para camaba yang telah dinyatakan lulus test gelombang I, kata Frengky diberi kesempatan untuk segera melakukan registrasi kembali, sehingga resmi tercatat sebagai mahasiswa Unisan. “Begitu juga bagi mereka yang telah mengambil formulir pada gelombang I dan belum sempat mengikuti test. Maka diberi kesempatan mengembalikan formulir yang telah terisi disertai berkas lamaran, termasuk persyaratannya, sehingga dapat diikutkan pada testing maba gelombang II nanti,” papar Frengky.
KAMPUS (RADAR) – Kuota penerimaan mahasiswa baru (maba) gelombang II di lingkup Unisan Group, baik Unisan kampus induk, kampus 2 Pohuwato, kampus 3 Gorut dan kampus 4 Boalemo telah dibuka sejak awal pekan ini. Seperti diketahui, pada penerimaan hingga testing masuk gelombang pertama, maba yang telah mendaftar mencapai 95 persen dari target kuota yang ditetapkan sejak awal.
Dengan demikian pada penerimaan maba gelombang II ini, kuota yang tersedia tinggal 5 persen dari kuota yang telah ditetapkan. Olehnya Ketua Dewan Pembina YPIPT Ichsan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si menghimbau agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, putra dan putri alumni SMA sederjaat, khususnya di provinsi Gorontalo. “Jika kuota terpenuhi, maka penerimaan maba pada gelombang II ini akan segera ditutup, bahkan sebelum Agustus mendatang, sebagaimana tahap pendaftaran maba gelombang II,” imbuhnya. Kalau perlu kata Abdul Gaffar untuk memperebutkan kuota yang terbatas ini, setiap camaba yang datang mendaftarkan, bisa langsung membawa minimal legalisir ijazah SMA dan sederajat dan nilainya. Sehingga tak perlu lagi kembali untuk mengembalikan formulir dan memenuhi kelengkapan berkas pendaftaran. “Ini sebagai langkah untuk memudahkan mereka mendaftar. Apalagi, mereka yang jauh dari luar Gorontalo, tentu akan terbebani dengan biaya transport dan lain sebagainya. Makanya, manfaatkan kesempatan pendaftaran di gelombang II ini dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

KAMPUS (RADAR) – Meski kuota penerimaan mahasiswa baru sudah mencapai sembilan puluh lima persen pada gelombang pertama. Namun, karena dengan banyaknya peminat yang ingin melanjutkan studinya di Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo. Maka, pihak kampus dalam hal ini panitia penerimaan mahasiswa baru memberikan kesempatan lagi kepada mereka yang belum sempat mendaftar dengan membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua.

Kesempatan yang diberikan pihak kampus tersebut disambut antusias oleh calon pendaftar. Hal itu terpantau dari banyaknya pendaftar yang memadati ruang informasi atau ruang pendaftaran, bahkan hingga antri di luar ruangan, sejak hari pertama dibukanya pendaftaran gelombang kedua hingga berita ini dirilis. Ditemui disela – sela kesibukannya melayani calon pendaftar, ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Frengky Ekaputra Surusa ST MT menjelaskan, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat atau purta – putri lulusan sekolah menengah atas atau sederajat yang ingin melanjutkan studinya di Unisan maka pihak panitia membuka kembali penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua.

“Untuk gelombang kedua ini kami buka sejak tanggal 2 Juli dan kami tutup sampai dengan tanggal 15 Agustus mendatang, olehnya saya berharap kepada para calon pendaftar yang ingin melanjutkan studinya di Unisan agar kiranya segera mendaftar sebelum tanggal yang kami tetapkan,” imbuhnya. Terkait pendaftar yang tidak sempat mengikuti testing masuk pada gelombang pertama lanjut Frengky, yang bersangkutan akan diikutkan pada testing masuk gelombang kedua nanti, begitu juga dengan mereka yang telah mendaftar namun belum sempat mengembalikan formulir atau belum melengkapi berkasnya, maka pendaftar tersebut tetap akan diikutkan pada test selanjutnya.

“Bagi mereka yang telah mendaftar pada gelombang pertama namun tidak mengikuti test, kami panitia memberikan kebijakan yaitu tetap mengikutkan mereka pada test gelombang kedua yang nantinya akan kami laksanakan pada bulan Agustus mendatang,” tegasnya. (RG-56)

KAMPUS RADAR – Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo, pelaksanaan pra tes atau pengenalan tatacara pengisian soal test menggunakan komputer dihari pertama berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Pelaksanaan pra test yang dilaksanakan di Laboratorium komputer lantai dua Unisan itu disambut antusias oleh peserta atau calon mahasiswa baru (CAMABA), hal itu terlihat saat para camaba diberikan arahan oleh panitia terkait cara pengoprasian program yang berisi ratusan soal yang nantinya akan diisi seluruhnya oleh camaba saat pelaksanaan testing masuk gelombang pertama yang sudah dijadwalkan pelaksanaanya hari minggu tanggal 1 Juli nanti.

Ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Unisan Frenky Ekaputra Surusa ST MT ditemui usai kegiatan mengatakan, pelaksanaa pra tes ini dilaksanakan selama dua hari hal itu dilakukan karena mengingat jumlah pendaftar yang begutu banyak. “karena banyaknya pendaftar yang telah memasukan berkasnya diloket pendaftaran, maka kami selaku panitia mengadakan pra test selama dua hari yang dimulai sejak kemarin hingga hari ini (RED)” tutur Fenky.

Mengingat kuota penerimaan mahasiswa baru dibatasi lanjut Fenky, maka dihimbau kepada para calon pendaftar yang belum melakukan pendaftaran agar kiranya segera mengambil formulir dan melakukan pendaftaran diloket yang telah disediakan. “mengingat kuota penerimaan mahasiswa baru dibatasi, maka kami mengharapkan kepada mereka yang belum mendaftar agar segera melakukan pendaftaran pada gelombang pertama ini, karena jika kuota mahasiswa baru sudah terpenuhi pada gelombang pertama, maka penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua kami tiadakan, hal itu kami lakukan semata-mata untuk memberika pelayanan terbaik kepada para mahasiswa” tegasnya.

KAMPUS (RADAR) – Seiring dengan telah terakreditasinya seluruh program studi (prodi) yang ada dengan peringkat akreditasi B. Maka, saat ini Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo tengah bersiap membuka program pasca sarjana.
Ada tiga prodi pasca sarjana yang tengah disiapkan, yakni S2 llmu Hukum, S2 Ilmu Pemerintahan dan S2 Ilmu Komunikasi. Untuk S2 Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi saat ini pihak FISIP telah menyiapkan 11 Orang dosen bergelar doktor untuk menjadi tenaga pengajar.
Demikian juga dengan Ilmu Hukum yang baru-baru ini dua dosennya telah menyelesaikan studi doktor di Unhas. Dan tahun depan ada lagi beberapa dosen yang akan segera selesai studi S3-nya. Berbagai persyaratan untuk pembukaan program Pasca Sarjana sudah dipenuhi oleh pihak kampus.
Sehingga kesempatan untuk membuka program S2 di Unisan sangat terbuka lebar. “Jadi syarat untuk membuat program Pasca Sarjana itu terbuka lebar. Ditunjang dengan tenaga pengajarnya, yang saat ini tengah dalam penyelesaian studi S3, baik tahun ini maupun tahun depan,” ungkap Rektor Unisan Dr Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si. (RG-56)
KAMPUS (RADAR) – Mahasiswa di tiga perguruan tinggi yang diselenggarakan Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo, baik Unisan, STMIK Ichsan Gorontalo dan STIE Ichsan Pohuwato ditargetkan untuk lulus dalam 8 semester atau kurang lebih empat tahun, dari jatah yang dipersyaratkan Dikti maksimal 14 semester atau 7 tahun.
Ketua Dewan Pembina YPIPT Ichsan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si mengatakan, pihaknya memang telah menyusun kerangka studi dari mahasiswa, sejak awal menjalani perkuliahan. Olehnya hal ini harus menjadi perhatian setiap mahasiswa.
“Kita sudah memprogramkannya, yang pertama mengatur mata kuliah dasar, kemudian mata kuliah bidang ilmu, selanjutnya masuk pada metode penelitian dan statistik, setelah itu masuk pada KKLP, dan kemudian mengikuti ujian proposal di semester 7 dan selanjutnya ujian skripsi di semester 8, sedangkan pengusulan judul di semester 6,” tutur Abdul Gaffar. “Jadi inilah tahap-tahap yang harus diikuti oleh mahasiswa, jika ingin selesai tepat waktu, dan itu program yang sudah kita gariskan,”   sambungnya.
 
RADAR) – Kopertis Wilayah IX Sulawesi mengapresiasi langkah nyata Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo dalam upaya menyiapkan boarding laboratory atau laboratorium terpadu yang terintegrasi dengan boarding bagi mahasiswa tahap akhir Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo.
Hal ini sebagaimana disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Hj. Andi Niartiningsih, MP, saat acara peletakan batu pertama pembangunan boarding laboratory, belum lama ini. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada yayasan, pak rektor atas upaya ini. Saya kira ini satu bentuk komitmen yang ditunjukkan kepada masyarakat untuk senantiasa memberikan yang terbaik buat mahasiswa dan mahasiswinya,” tutur Prof. Andi Niartiningsih. Seperti diketahui, apa yang dilakukan Unisan ini kaitannya dengan studi banding yang telah dilakukan dibeberapa negara di Asia dan Eropa, beberapa waktu lalu, baik dalam rangkaian kegiatan KKLP luar negeri, maupun studi banding bersama dengan pihak Kopertis.
Dimana, dari studi banding tersebut, banyak hal yang menjadi cerminan, salah satunya terkait dengan sarana dan prasarana penunjang perkuliahan. “Tentu dari studi banding tersebut ada ole-oleh yang dibawa dan diterapkan untuk pengembangan institusi kita. Dan alhamdulillah, setiap kali dari luar negeri, Pak Gaffar langsung memesan barang-barang, sebagaimana yang dilihat di lokasi yang telah dikunjungi,” imbuh Prof. Andi Niartiningsih. Lanjut Prof. Andi Niartiningsih, kehadiran boarding laboratory ini sangat bagus dan perlu respon dengan positif.
Hal ini mengingat kebutuhan akan laboratorium di perguruan tinggi, dalam mendukung kegiatan berpacu didalam rangka membangun atau meningkatkan keterampilan dari pada mahasiswa. “Perlu diketahui kelemahan mendasar pada sebagian besar perguruan tinggi swasta adalah keberadaan laboratorium, itu yang masih sangat lemah. Dan kalau mau dibilang yang paling lemah itu dibidang kesehatan.
Olehnya pembangunan boarding laboratory ini patut kita apresiasi dan doakan bersama bisa terealisasi dan lancar, kurang lebih enam bulan kedepan bisa kita lihat bangunannya dan bisa kita manfaatkan untuk kepentingan pendidikan, khususnya kegiatan praktikum mahasiswa,” paparnya.