KAMPUS (RG) – Atas kerjasama Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Ichsan Gorontalo, Jumat (9/11) dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penulisan proposal penelitian untuk Hibah penelitian Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti, yang dirangkaikan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal penelitian DRPM Kemenristekdikti.
Dimana, Unisan ditunjuk sebagai Host oleh DRPM Kemenristekdikti di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX dengan menyelenggarakan kegiatan Monev Eksternal untuk skema penelitian multi years di wilayah Gorontalo.
Bimtek penulisan proposal Hibah penelitian DRPM berlangsung dengan antusias yang dihadiri oleh civitas akademik Unisan dan STMIK Ichsan Gorontalo dengan pemateri atau narasumber Dr. Ir. Untung Surapati, M.Sc yang juga bertindak sebagai Reviewer Monev Eksternal dari DRPM yang berasal dari Univ. Hasanuddin Makassar dan Donny Hermawan selaku pendamping Monev penelitian dari DRPM Kemenristekdikti.
Muhammad Sudirman Akili, S.Tp., M.Si selaku Wakil Rektor IV Unisan dalam sambutannya sangat mengapresiasi diadakannya kegiatan ini, sehingga para Dosen baik dari Unisan maupun dari STMIK Ichsan Gorontalo akan termotivasi untuk melakukan penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti. “Karena selain akan mengembangkan karir Dosen bersangkutan, penelitian ini juga akan menjadi nilai tambah bagi kemajuan Kampus utamanya peningkatan akreditasi dan kluster institusi,” tutur Muhammad Sudirman Akili. (RG-56)
KAMPUS (RG) – 15 provinsi bertarung pada event perdana Gentleman of Indonesia (GoI) 2018 yang digelar di Manado, Sulawesi Utara. Selama sepekan menjalani beberapa tahapan, akhirnya perwakilan dari Bangka Belitung Imam Kurniawan keluar sebagai pemenang.
Gorontalo yang mengutus wakilnya, Adryan Naue, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, hanya puas berada di 9 besar. Meski demikian, Adryan pada event perdana ini, Adryan mampu tampil memukau dan menghipnotis warga Manado yang memadati IT Centre Manado, saat tahapan talent show dan parade konstum tradisional.
Adryan pun berhasil meraih the best talent show. Tidak hanya itu, Adryan juga ikut meraih best ini video advocacy, sehingga berhak mendapatkan medali perak. Seperti diketahui, dibawah naungan founder, Elia Toding Bua. M.Pd, karantina berlangsung selama 6 hari.
Banyak agenda yang dilakukan, mulai dari kunjungan ke sekolah SMAN 4 dan SMPN 14 Tomohon, kuliner ke pasar ekstrim di Tomohon, talent show dan parade kostum tradisional di IT center, photoshoot kostum tradisional di tepi pantai Manado Tua, photoshoot pakaian pantai di Tasik Ria Resort, dan photoshoot formal wear di Benteng Moraya, Tondano, Minahasa.
Adryan mengaku walau pun gagal pada event ini, namun dirinya tak kapok. Justru ini semakin memantik semangatnya untuk terus memberikan yang terbaik pada event-event selanjutnya. “Saya bersyukur dipercaya ikut pada event yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Semoga kedepan, wakil dari Gorontalo akan dapat berbuat lebih dari pencapaian saat ini,” ujarnya.
Atas prestasinya ini, mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi Unisan Gorontalo ini mengaku berterima kasih kepada Allah SWT, kepada kedua orang tua, kepada pihak pemprov Gorontalo, pihak kampus, dan tentunya rekan-rekan yang memberikan support,” tuturnya. (RG-56)
KAMPUS (RG) – Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo terus mendorong dosen untuk aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,  Salah satunya terkait pengusulan hibah penelitian dari DRPM Ristekdikti.
Olehnya, selama tiga hari Jumat – Minggu (9-11/11) Lembaga Penelitian (Lemlit) Unisan menggelar bimbingan teknis (bimtek) penulisan proposal penelitian untuk hibah penelitian DRPM Ristekdikti.
Kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas dosen dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya mengelola agenda penelitian yang hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan karir dosen namun juga bagi perguruan tinggi tempat dosen tersebut bernaung terlebih lagi bagi masyarakat banyak.
Kegiatan bimbingan teknis ini dibuka Wakil Rektor IV Muhammad Sudirman Akili, STP, M.Si. Bimbingan Teknis Penulisan Proposal Penelitian sesuai jadwal dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 9 – 11 November 2018, bertempat di aula lantai 3 kampus Unisan.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan Unisan, narasumber yang diundang dalam kegiatan bimbingan teknis ini merupakan para praktisi dan akademisi yang berpengalaman dan ahli dalam penelitian, yakni Untung Suropati.
Dr Rahmisyari selaku Ketua Lemlit Unisan mengaku kegiatan bimbingan teknis penulisan proposal penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi para peneliti yang belum berpengalaman dalam menyusun proposal, mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan kualitas proposal. “Dan juga untuk mendorong dan meningkatkan jumlah proposal penelitian dan untuk melaksanakan publikasi hasil riset,” imbuh Rahmisyari. (RG-56)
KAMPUS (RG) – Keberadaan masjid Al-Ikhsan sebagai masjid kampus (Unisan dan STMIK Ichsan Gorontalo), turut mendapat perhatian dari pihak PLN Sulutenggo Gorontalo.
Hal ini dengan diserahterimakannya dana bantuan bagi Masjid Al-Ikhsan oleh pihak PLN Sulutenggo Gorontalo, baru-baru ini. Seperti diketahui ada beberapa masjid di Gorontalo yang juga mendapat bantuan dari pihak PLN Sulutenggo Gorontalo.
Ketua Badan Ta’mirul Masjid (BTM) Al-Ikhsan, Bala Bakri yang menerima langsung bantuan senilai Rp 50 juta mengaku berterima kasih kepada pihak PLN yang ikut memperhatikan keberadaan Masjid Al-Ikhsan, dalam hal ini kegiatan sosial keagamaan.
“Kita berterima kasih sekali, karena PLN punya kepedulian sosial, masalah-masalah kaitannya dengan sosial ibadah, dalam bentuk program CSR atau apa kita diberikan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk lanjutan pembangunan atau pengembangan Masjid Al-Ikhsan Unisan dan STMIK Ichsan Gorontalo,” imbuh Bala.
Dikatakan Bala, bantuan yang datang dari PLN ini tak lepas dari peran serta Fadel Muhammad. Dimana, Fadel yang turut mengkomunikasikan hal ini. “Terima kasih kepada Pak Fadel Muhammad yang telah membantu memfasilitasi atas bantuan yang diberikan kepada Masjid Al-Ikhsan,” ujarnya.
Lebih lanjut Bala berharap, bantuan ini akan menjadi berkah bagi PLN, dimana bantuan ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah. “Semoga perusahaan ini tetap tumbuh menjadi perusahaan yang baik dalam hal pelayanan kepada publik,” pungkasnya. (RG-56) 
KAMPUS (RADAR) – Mahasiswa yang tergabung dalam pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Ichsan (FH Unisan) Gorontalo menghadiri kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini disampaikan oleh pihak staf ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah memupuk rasa kemanusian mahasiswa untuk terlibat aktif dalam melakukan kampanye-kampanye perlindungan terhadap Anak. Apalagi anak sebagai generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan dilindungi.
Dua mahasiswa FH Unisan, Marcelia Betrix dan Fitri Dacosta dalam kesempatan yang sama mempresentasekan makalah Perkawinan Dini dalam Prespektif Perlindungan Anak. Marcelia menegaskan bahwa walaupun pernikahan dini bukanlah kejahatan sebagaimana yang diatur dalam UU Perlindungan Anak, akan tetapi dari sisi perlindungan anak ini patut kita beri perhatian khusus karena anak yang melaksanakan pernikahan dini berpotensi besar terjadinya penelantaran keluarga, kekerasan dalam rumah tangga dan dari sisi medis si istri juga belum kuat kandungannya sehingga bayi bisa saja lahir tidak normal. Mahasiswa yang diundang dari Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo berjumlah 8 orang dan didampingi oleh Wakil Dekan III Jupri, SH.MH dan Haritsa, SH.MH.
Dikonfirmasi terkait hal itu Jupri yang juga sering terlibat dalam riset perlindungan anak di Provinsi Gorontalo mengungkapkan bahwa sebelumnya juga para mahasiswa ini sudah rutin melakukan penyuluhan hukum ke sekolah – sekolah menegah atas yang ada di Gorontalo. “Saya dibidang kemahasiswaan merasa bangga tentunya karena selama 3 tahun terakhir mendampingi mahasiswa dalam melaksanakan penyuluhan hukum terkait perlindungan anak, ini kami lakukan semata – mata agar Hukum bisa dipahami lebih dalam oleh siswa siswi SMA sederajat se Provinsi Gorontalo,” jelasnya. Staff Ahli KemenPPPA juga mengapresiasi mahasiswa FH Unisan Gorontalo yang rutin setiap tahun melaksanakan penyuluhan hukum terkait perlindungan anak di SMA/SMK sederajat se Provinsi Gorontalo. Kepala Bidang Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo juga turut mengapresiasi atas kinerja mahasiswa FH Unisan, karena bagi mereka ini merupakan semangat baru bagi mereka agar berbuat lebih baik lagi kedepannya.
KAMPUS (RADAR) – Sebagai wujud dari salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, Selasa (10/6) siang kemarin, Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan (Fekon Unisan) Gorontalo mengadakan workshop sekaligus pelatihan kepada para pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) yang telah menjadi binaan dari Fekon Unisan. Kegiatan yang diadakan di Kelurahan Padebuolo Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo, terkait bagaimana cara mengiris karawo. Hal ini dilakukan mengingat karawo merupakan salah satu sulaman khas Gorontalo yang patut untuk dipertahankan dan dilestarikan keberadaanya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unisan Dr, Ariawan S.Psi, SE, MM menjelaskan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 20 orang yang berasal dari dua UKM yang telah menjadi binaan dari Fekon itu sendiri. “Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan kelanjutan dari pengabdian terhadap masyarakat dimana hal itu merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi, dalam hal ini kami selaku pelaksanan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada masyarakat khususnya mereka yang menggeluti bidang kerajinan karawo,” imbuh Ariawan. Adapun pelatihan yang diberikan yaitu bagaimana mengiris kain karawo, mengapa demikian. “Karena seperti yang kita tahu bahwa regenerasi dalam mengiris kain karawo itu masih sangat minim sedangkan untuk bagian seperti itu masih sangat dibutuhkan oleh UKM – UKM dalam mengembangkan usaha mereka,” tukasnya.
Kegiatan workshop seperti ini kata Ariawan sudah sempat dilakukan sebelumnya, karena ini untuk pengabdian terhadap masyarakat. Maka, ini kami lakukan secara bertahap. “Jika sebelumnya kami mengadakan workshop terkait bagaimana cara menggunakan aplikasi komputer dalam mendesain kain karawo, kali ini workshop kedua yaitu bagaimana cara mengiris kain karawo, dan workshop selanjutnya akan kami laksanakan beberapa minggu kedepan, karena target kami kegiatan ini sampai bulan Agustus 2018 ini, sehingga dampak dari pengabdian terhadap masyarakat ini bisa dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” jelasnya. Lebih lanjut dirinya berharap kepada seluruh peserta workshop agar keterampilan – keterampilan yang telah diperoleh dari kegiatan ini, bisa terus kembangkan bahkan ditingkatkan sehingga kedepanya kekurangan tenaga – tenaga ahli dalam mengiris kain karawo itu tidak terjadi lagi dan regenerasi dalam mengiris kain karawo itu bisa terus berkelanjutan,” imbuhnya.
KAMPUS (RADAR) – Setelah melewati beberapa tahapan yaitu dari tahap pendaftaran hingga mengikuti testing masuk menggunakan komputer dan test wawancara, akhirnya para calon mahasiswa baru (camaba) memasuki tahapan selanjutnya yakni melakukan registrasi kedua dimana dalam tahapan ini camaba diwajibkan membayar biaya administrasi perkuliahan sebagaimana yang telah menjadi kewajiban setiap mahasiswa. Dengan melakukan proses registrasi kedua maka secara otomatis status camaba berubah menjadi mahasiswa baru (maba) Universitas Ichsan (Unisan) karena dalam melakukan registrasi kedua itu maba akan memperoleh nomor induk mahasiswa (NIM), selain itu juga maba akan memperoleh atribut berupa kemeja Unisan, kaos, topi, dan jas almamater. Dari pantauan, antusias maba yang tengah melakukan registrasi kedua, ini terlihat dari banyaknya camaba yang memadati loket registrasi lantai satu Unisan Gorontalo.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Unisan Frengky Ekaputra Surusa ST MT megatakan, untuk registrasi kedua ini telah dibuka sejak tanggal 2 bulan ini dan menurut jadwal batas registrasi akan berakhir pada tanggal 31 bulan Juli ini “Untuk registrasi kedua itu ada dua bagian yaitu untuk kelas reguler batas registrasi sampai pertengahan bulan ini dan untuk kelas karyawan batas registrasi kedua itu sampai akhir bulan Juli in,” jelasnya. Agar tidak terlewat proses registrasi kedua ini lanjut Frengky, pihaknya menghimbau kepada camaba yang telah mengikuti testing masuk pada gelombang pertama dan telah dinyatakan lulus maka diharapkan untuk segera menyelesaikan tahapan final yaitu tahap registrasi kedua. “Registrasi kedua ini merupakan final dari tahapan pendaftaran seorang camaba, karena dengan melakukan registrasi tersebut maka yang bersangkutan sudah tercatat sebagai mahasiswa Unisan gelombang pertama. Dan bagi mereka yang belum sempat mengembalikan formulir dan mengikuti testing masuk pada gelombang pertama maka kami selaku panitia memberi kebijakan yaitu mengikutkan yang bersangkutan pada test masuk gelombang kedua,” tegasnya.
KAMPUS (RADAR) – Tidak salah kemudin memilih Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo sebagai perguruan tinggi untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Dari 20 alasan kenapa memilih Unisan, salah satunya lulusan atau alumni Unisan mudah terserap di bursa kerja. Mudah disini, karena saat ini Unisan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan lokal maupun nasional yang nantinya siap menampung para alumni yang belum memiliki pekerjaan. “Selain dengan perusahaan swasta dan BUMN, kita juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, dalam penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi, dalam hal ini Unisan,” imbuh Rektor Unisan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si. Makanya dalam proses perkuliahan kata Abdul Gaffar, mahasiswa benar-benar ditempa dengan sebaik mungkin dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasarab yang memang berkualitas. “Dengan harapan mereka pun mampu bersaing di bursa kerja nanti. Karena bagaimana pun di bursa kerja, lulusan Unisan akan bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya,” ujar Abdul Gaffar. Olehnya Abdul Gaffar berharap dalam proses perkuliahan, mahasiswa dapat menjalani dengan baik dan tanpa hambatan. Artinya, semua proses yang ada dijalani hingga penyelesaian studinya tepat waktu 3,5 hingga 4 tahun.