Umum

Dari Kuliah Pakar Implementasi Kurikulum KKNI oleh Guru Besar Unsri

THP Unisan Bertekad Capai Standar Kompetensi

Rizal Humas | Kamis, 26 Mei 2016 - 14:12:58 WIB | dibaca: 3503 pembaca

Kuliah pakar yang dilaksanakan Prodi THP Unisan Gorontalo dengan menghadirkan pembicara Prof Dr. Ir. Rindit Pembayun, MS guru besar Prodi THP Universitas Sriwijaya. (Foto : hms_unisan)

Kesempatan langka dimanfaatkan baik oleh civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, khususnya Program Studi 

Teknologi Hasil Pertanian (THP). Guna mencapai standar kompetensi prodi yang berdaya saing, Selasa (24/5) kemarin Prodi THP menggelar kuliah pakar menyangkut implementasi 

kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Tak tanggung-tanggung pembicara pada kesempatan itu menghadirkan guru besar Prodi THP Universitas Sriwijaya 

(Unsri) Palembang, Prof. Dr. Ir. Rindit Pembayun, M.S. Terkait dengan tema yang diangkat, memang dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang kompeten dan berdaya 

saing global, Prof Rindit mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia 

(KKNI). Seperti diketahu KKNI menetapkan sembilan jenjang kualifikasi kompetensi sumberdaya manusia, dimana lulusan program pendidikan sarjana berada pada jenjang enam. 

Kualifikasi yang dimaksud mencakup kompetensi kerja spesifik, pengetahuan spesifik yang harus dikuasai, dan kemampuan manajerial yang sesuai wewenang dan tanggung 

jawabnya. Khususnya untuk pendidikan tinggi, pemerintah mengeluarkan Permendikbud Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan KKNI Bidang Pendidikan Tinggi. Permendikbud 

tersebut mewajibkan setiap program studi untuk menetapkan kompetensi lulusan dan capaian pembelajaran minimal yang mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi yang sesuai 

dengan jenjangnya, serta menyusun kurikulum, mengimplementasikan dan mengevaluasinya. "Permendikbud tersebut juga mewajibkan perguruan tinggi untuk menerbitkan Surat 

Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang berisi uraian kompetensi dan capaian pembelajaran dari lulusan," jelas Prof. Rindit. Nah, deskripsi kompetensi dalam KKNI 

memberikan rambu-rambu yang harus dipenuhi oleh Prodi THP agar lulusannya mencapai kualifikasi yang sesuai dengan jenjangnya. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi 

Pangan Indonesia (PATPI) ini mengatakan KKNI yang telah diberlakukan oleh pemerintah harus menjadi acuan bagi program studi agar proses pendidikan yang dilaksanakan 

mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan jenjang kualifikasinya. Perlu diketahui deskripsi kompetensi dalam KKNI masih bersifat umum sehingga perlu dirumuskan secara 

spesifik ke dalam rumusan kompetensi lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum program studi, dan diimplementasikan di dalam proses pendidikan. "KKNI ini memang 

masih merupakan informasi yang baru bagi kebanyakan dosen dan mahasiswa, serta belum tersedia panduan teknis dan contoh nyata bagaimana KKNI diterapkan di dalam 

penyelenggaraan pendidikan tinggi," imbuhnya. Makanya, Prodi THP Unisan dituntut untuk menerapkan pendidikan yang dapat memenuhi standar kompetensi KKNI. Mengenai 

kuliah pakar ini, Pembantu Rektor 4 Bidang Kerjasama Muhammad Sudirman Akili, STP, M.Si menilai bahwa kuliah pakar ini penting bagi setiap prodi di lingkup Unisan Gorontalo. 

Karena memang kuliah pakar atau kuliah umum menjadi modal penting didalam pengembangan prodi, disatu sisi juga sebagai referensi didalam mengembangkan keilmuan, baik bagi 

dosen maupun mahasiswa. "Makanya kami dari pihak rektorat senantiasa mendorong hal ini, agar menjadi kewajiban paling tidak disetiap semester," ujar Sudirman.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)