Umum

Pengenalan Kehidupan Kampus Dimulai

Rizal Humas | Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:25:52 WIB | dibaca: 280 pembaca

Rektor Unisan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si (lima dari kanan) bersama Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail (keenam dari kanan), Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Pol Oneng Subroto (ketujuh dari kanan), dan perwakilan Dandim 1304 Gorontalo (kedelapan dari kanan) saat berpose bersama mahasiswa baru, perwakilan dosen dan anggota polri usai deklarasi menolak radikalisme, bela negara, bhineka tunggal ika dan anti narkoba disela-sela upacara pembukaan pengenalan kehidupan kampus, kemarin. (Foto : 89_rg)

Seiring perkembangan dunia perguruan tinggi serta menjawab tantangan masa kini terkait berbagai tindakan yang melanggar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), disamping juga mulai lunturnya nilai-nilai pancasila dikalangan pemuda di bangsa ini, khususnya Gorontalo. Maka, Ichsan Group (Unisan dan STMIK Ichsan Gorontalo) dibawah Yayasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (YPIPT) Ichsan Gorontalo, mulai tahun ini, tampil beda dalam pelaksanaan masa orientasi bagi mahasiswa baru. Jika tahun kemarin lebih pada mengusung pendidikan karakter, maka tahun ini konsep pelaksanaannya lebih spesifik pada pembinaan dan penguatan nilai-nilai pancasila sebagaimana tema yang dikedepankan. Uniknya, program pengenalan kehidupan kampus yang dilaksanakan YPIPT Ichsan Gorontalo yang mulai, Senin (14/8) kemarin, diawali lewat upacara bendera yang dilangsungkan di lapangan Ichsan Group (samping kanan UT Gorontalo). Tak tanggung-tanggung, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Racmad Fudail, didaulat sebagai pembina upacara. Sementara itu, pemimpin upacara, pasukan pengerak bendera, hingga pembawa acara, termasuk paduan suara semuanya berasal dari perwakilan mahasiswa baru (maba). Maba yang ikut dalam upacara pembukaan terdiri atas maba Unisan dan STMIK Ichsan kampus kota dan kampus Gorut yang kurang lebih berjumlah 1000 orang. Selain juga diikuti segenap civitas akademika Unisan dan STMIK Ichsan Gorontalo, upacara yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut turut mengundang beberapa pejabat di lingkup Forkominda provinsi Gorontalo, diantaranya jajaran Polda Gorontalo, Kodim 1304 Gorontalo, BNNP Gorontalo, Kejaksaan Tinggi dan unsur eksekutif serta yudikatif lainnya, termasuk unsur pimpinan perguruan tinggi lainnya di Gorontalo.  Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail dalam arahannya mengemukakan berbagai isu terkini terkait berbagai pelanggaran kamtibmas yang kini tengah berkembang di Indonesia, dan sudah terjadi di beberapa negara yang saat ini tengah dalam konflik. Olehnya dia mengajak semua pihak, termasuk segenap civitas akademika Ichsan Group, terlebih maba untuk sama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing, baik di lingkungan kampus, keluarga, tetangga dan masyarakat. Diwawancarai disela-sela kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina YPIPT Ichsan Gorontalo yang juga Rektor Unisan Gorontalo Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si menegaskan bahwa tahun ini pelaksanaan pengenalan kehidupan kampus yang dilaksanakan Ichsan Group jauh dari perpoloncoan apalagi terkait dengan kontak fisik, itu semua tidak dibenarkan lagi. Dimana, kegiatan mengarah pada pembinaan dan penguatan nilai-nilai pancasila. "Ide terkait pelaksanaan ini lahir dengan melihat semangat pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo dalam menggalakan kembali nilai-nilai pancasila yang sudah mulai luntur. Sehingga dengan demikian saya berinisiatif untuk memberikan materi kepada maba itu menyangkut nilai-nilai pancasila, termasuk materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, general education. Ini juga sesuai petunjuk dari Menristekdikti melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan tahun 2016, tentang pedoman kegiatan pengenalan kehidupan kampus, sehingga dengan demikian mahasiswa betul - betul diarahkan pada bagaimana mencintai negara ini, sesuai dengan anjuran pemerintah," tutur Abdul Gaffar. Disamping itu juga lanjut kata Abdul Gaffar, kaitan dengan kegiatan ini, maba juga diberikan materi tentang etika moral di perguruan tinggi dan general education, bagaimana aturan-aturan yang ada di perguruan tinggi itu, diberlakukan, itu juga diberikan kepada maba. "Ini kami lakukan supaya mereka tahu sistem yang diberlakukan dikti, juga diberlakukan Unisan yang notabene langsung berhubungan dengan dikti, sehingga sedini mungkin maba diperkenalkan bahwa semua kegiatan-kegiatan itu sudah harus online dengan dikti, jadi mereka tidak boleh lalai, apalagi masuk dalam pangkalan data perguruan tinggi," paparnya.


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)