Umum

Laboratorium Bahasa Modal Penting Hadapi MEA

Rizal Humas | Kamis, 28 April 2016 - 13:30:56 WIB | dibaca: 1309 pembaca

Model laboratorium bahasa yang nantinya akan diadakan di Unisan Gorontalo dalam rangka menunjang dosen dan mahasiswa dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar

Komitmen dan keseriusan Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo berkembang lebih baik, sesuai dengan perkembangan zaman tentunya patut diapresiasi. Salah satunya menanggapi soal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang kini tengah didengungkan di kawasan asia, khususnya Indonesia. Jauh hari sebelum masuk pelaksanaan MEA, Unisan Gorontalo telah berbenah diri, yakni dengan mengubah visi dan misi kampus yang lebih menekankan pada daya saing nasional dan internasional. Dan merujuk daripada visi dan misi tersebut, tahun ini pihak universitas dalam hal ini rektor tengah menyiapkan sarana penunjang untuk pelatihan bahasa asing khususnya bahasa Inggris, yakni laboratorium bahasa. Dan seiring dengan persiapan tersebut, Unisan Gorontalo telah bekerjasama dengan ETS, salah satu lembaga tes toefl yang bersertifikat internasional. "Kita juga sementara mendatangkan sebanyak 10 orang dosen bahasa Inggris, khusus untuk memberikan pelatihan kepada dosen dan mahasiswa di lingkungan Unisan Gorontalo," ungkap Rektor Unisan Gorontalo DR. Abdul Gaffar La Tjokke, M.Si. Bahkan kedepan, lanjut Abdul Gaffar setiap mahasiswa yang telah menginjak semester 3, sudah harus bisa bercakap dengan menggunakan bahasa Inggris. Kebijakan atas hal ini berlaku dihitung mulai tahun akademik 2016 - 2017. "Kalau mahasiswa sudah semester 3 tidak bisa berbahasa Inggris, maka bisa dipastikan tidak bisa melanjutkan studi di Unisan, karena sebagai standar untuk bersaing di pasar bebas, yakni MEA," tandasnya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)