Umum

Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Gagas Diskusi Umum

Bentengi Diri Dari Perilaku KKN

Rizal Humas | Sabtu, 18 Maret 2017 - 15:24:57 WIB | dibaca: 562 pembaca

Diskusi umum tentang pemberantasn Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan. (Foto : hms)

Persoalan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sudah bukan rahasia umum lagi. KKN ini bahkan telah menyentuh sebagian besar sistem dalam pemerintahan, baik unsur
eksekutif, legislatif dan yudikatif di negeri ini. Menyikapi persoalan ini, bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (BEM-FISIP) Unisan
Gorontalo, mahasiswa semester 2 Jurusan Ilmu Pemerintahan menggagas diskusi umum dengan tema yang diusung "Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme". Diskusi umum ini menuai
antusias mahasiswa yang ikut didalamnya. Buktinya, diskusi berjalan cukup alot. Seperti diutarakan Ketua BEM FISIP. Terkait dengan pemberantasan korupsi ini, dia mengatakan korupsi adala
suatu perbuatan melakukan penyelewengan penyalahgunaan uang negara dan  merupakan hal yang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. "Kita harus membentengi diri kita agar
tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang berbau KKN," tuturnya. Sementara Ketua HMJ Ilmu Pemerintahan mengatakan KKN ini telah menjadi penyakit sosial, bahkan penyakit tersebut telah
mengakar di Indonesia. "Makanya, kita sebagai pemuda harus menjadi yang terdepan dalam menangkal KKN," ujarnya. Selanjutnya Sekretaris HMI Komisariat FISIP mengatakan KKN adalah sikap
yang tidak patut dilaksanakan, karena tindakan itu dapat menghambat kemajuan dan kemakmuran NKRI, baik dalam bidng pendidikan maupun bidang ekonomi. Dari berbagai statement dari
perwakilan mahasiswa ini, ketua panitia mengatakan bahwa pihaknya menyimpulkan bahwa KKN adalah sikap dan tindakan yang tidak perlu dilakukan oleh para pejabat yang memegang
kekuasaan untuk membela aspirasi masyarakat. Kemudian sistem Indonesia yang harus diterapkan adalah open governance agar supaya KKN tidak akan terjadi.  "Dan dari hasil diskusi yang kami
dapat bahwa kita sebagai mahasisiwa harus bisa memimpin diri kita dan membentangi diri kita dengan iman. Dan mampu menjalankan fungsi kita sebagai mahasiswa, yakni sebagai penyambung
aspirasi masyarakat," tandasnya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)